DISENTRI BASILER PADA ANAK PDF

Disentri basiler atau shigellosis adalah suatu infeksi akut pada usus besar sehingga menyebabkan peradangan yang disebabkan kuman dari genus shigella. Shigella adalah bakteri berbentuk batang non-motil tidak bergerak dan merupakan bakteri gram negatif yang termasuk dalam Famili enterobacteriaceae dan sebernarnya bakteri ini dalam keadaan normal hidup diusus, tidak menimbulkan penyakit. Bakteri ini baru dapat menyebabkan penyakit jika terjadi perubahan-perubahan pada kekebalan tubuh penderita atau jumlah bakterinya berlebihan barulah dapat menyebabkan gangguan peradangan pada usus besar yang dikenal dengan disentri basiler. Disebut disentri basiler karena penyebab disentri ini adalah oleh bakteri shigella yang berbentuk batang basil , karena ada juga disentri yang disebabkan oleh parasit usus entamoeba histolytica yang dikenal dengan disentri ameba. Disentri basiler akan menimbulkan gejala-gejala sindrome mulai dari ringan sampai berat berupa buang air besar yang sering diare dengan bentuk tinja yang mula-mula lunak disertai cairan lalu mengandung pus, lendir dan bahkan mengandung darah dalam tinja disertai rasa nyeri atau kram perut mulas akibat spasme atau kontraksi lapisan otot usus, tenesmus rasa nyeri pada anus pada saat buang air besar dan gejala-gejala intoksikasi. Mekanisme penyembuhan sendiri ini sampai sekarang kurang dipahamin secara jelas, dan tidak berhubungan dengan pembentukan antibody di serum sebab bakteri ini tidak beredar atau tidak terdapat didalam darah, namun di duga berhubungan dengan sel pembentuk antibody di lamina propia lapisan usus IgA.

Author:Yozshuzahn Narg
Country:Bulgaria
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):22 January 2019
Pages:331
PDF File Size:10.49 Mb
ePub File Size:9.35 Mb
ISBN:209-4-92749-539-3
Downloads:46520
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tot



Disentri basiler atau shigellosis adalah suatu infeksi akut pada usus besar sehingga menyebabkan peradangan yang disebabkan kuman dari genus shigella. Shigella adalah bakteri berbentuk batang non-motil tidak bergerak dan merupakan bakteri gram negatif yang termasuk dalam Famili enterobacteriaceae dan sebernarnya bakteri ini dalam keadaan normal hidup diusus, tidak menimbulkan penyakit. Bakteri ini baru dapat menyebabkan penyakit jika terjadi perubahan-perubahan pada kekebalan tubuh penderita atau jumlah bakterinya berlebihan barulah dapat menyebabkan gangguan peradangan pada usus besar yang dikenal dengan disentri basiler.

Disebut disentri basiler karena penyebab disentri ini adalah oleh bakteri shigella yang berbentuk batang basil , karena ada juga disentri yang disebabkan oleh parasit usus entamoeba histolytica yang dikenal dengan disentri ameba. Disentri basiler akan menimbulkan gejala-gejala sindrome mulai dari ringan sampai berat berupa buang air besar yang sering diare dengan bentuk tinja yang mula-mula lunak disertai cairan lalu mengandung pus, lendir dan bahkan mengandung darah dalam tinja disertai rasa nyeri atau kram perut mulas akibat spasme atau kontraksi lapisan otot usus, tenesmus rasa nyeri pada anus pada saat buang air besar dan gejala-gejala intoksikasi.

Mekanisme penyembuhan sendiri ini sampai sekarang kurang dipahamin secara jelas, dan tidak berhubungan dengan pembentukan antibody di serum sebab bakteri ini tidak beredar atau tidak terdapat didalam darah, namun di duga berhubungan dengan sel pembentuk antibody di lamina propia lapisan usus IgA.

Setelah sembuh biasanya penderita akan menjadi carrier sama dengan penyakit tyfus untuk waktu yang relative singkat. Dikatakan carrier berarti orang tersebut tidak menunjukan gejala klinis, namun dapat menularkan penyakit kepada orang lain. Apa itu bakteri shigella penyebab disentri??

Bakteri shigella sp merupakan kuman enterik kuman yang hidup di usus , yang sebenarnya dalam keadaan normal hidup diusus manusia, dan dapat menimbulkan penyakit jika daya tahan tubuh kita lemah ataupun jumlah bakterinya berlebihan, biasanya jumlahnya lebih dari kuman untuk menyebabkan sakit disentri basiler. Suatu keadaan lingkungan yang jelek akan menyebabkan mudahnya penularan penyakit ini. Bakteri shigella jika dalam klasifikasinya termasuk dalam famili Enterobacteriaceae karena sifat genetic yang saling berhubungan, tetapi dimasukan kedalam genus tersendiri yaitu genus Shigella.

Sampai saat ini terdapat 4 grup spesies dari genus shigella berdasarkan persamaan antigen dan sifat biokimiawinya yaitu Shigella dysentriae, Shigella flexneri, Shigella bondii dan Shigella sonnei.

Setiap spesies grup dibagi lagi menjadi beberapa serotype berdasarkan komponen minor antigen O. Terdapat 43 serotipe O dari Shigella. Shigella sonnei adalah satu-satunya spesies yang memiliki serotipe tunggal, sedangkan dysentriae mempunyai 10 serotype, dimana serotype 1 disebut Shigella shigae, ini yang paling parah menyebabkan gejala klinis. Karena kekebalan tubuh yang didapat bersifat serotipe spesifik, maka seorang dapat terinfeksi beberapa kali oleh tipe yang berbeda.

Spesies Shigella merupakan kuman berbentuk batang, berukuran kira-kira 0,,7umxum, pada pewarnaan gram bersifat gram negative, tidak berflagel sehingga tidak bisa bergerak inmotil , berkapsul dan tidak berspora. Sifat pertumbuhannya adalah aerob dan fakultatif anaerob membutuhkan oksigen , dengan pH pertumbuhan 6, Pada reaksi biokimiawi bakteri tidak meragi laktosa kecuali S.

Bakteri ini negative terhadap sitrat, urease, manitol dan voges proskauer vp. Pada reaksi bakteri untuk menghasilkan indol dari triptofan bervariabel ada postif dan ada yang negative.

Sifat koloni kuman adalah sebagai berikut : koloni lebih kecil, pada pembenihan diferential dan selektif koloni Nampak halus, tidak berwarna yang menandakan laktosa negative. Tahan dalam es selama 2 bulan, dalam laut selama bulan. Toleran terhadap suhu rendah dengan kelembapan cukup. Garam empedu konsentrasi tinggi menghambat pertumbuhan strain tertentu. Kuman akan mati pada suhu 55 derajat celcius. Infeksi ringan biasanya disebabkan oleh bakteri spesies Shigella soneii sedangkan pada infeksi yang berat disebabkan oleh spesies Shigella dysentriae terutama Shigella dysentriae serotype 1 yaitu Shigella shigae.

Bagaimana bakteri shigella sp dapat menyebabkan disentri basiler?? Bakteri Shigella merupakan bakteri patogen atau menyebabkan ganguan klinis pada usus besar dan dikenal sebagai bakteri penyebab disentri basiler. Bakteri ini sebenarnya merupakan floura normal usus, jadi dalam keadaan nomal, bakteri ini akan terdapat dalam usus, namun jika kondisi daya tahan tubuh menurun dan jumlah bakteri yang berlebihan, maka akan menyebabkan gejala klinis dan pada keadaan ini kuman akan terdapat dalam tinja di dalam ulkus atau perlukaan diusus besar dalam jumlah yang banyak, kadang-kadang kuman sampai pada kelenjar getah bening tetapi kuman ini tidak sampai kedalam darah.

Jadi kuman ini tidak terdapat didalam darah. Genus bakteri Shigella ini mempunyai kemampuan menginvasi sel epitel intestinal sel epitel usus dan menyebabkan infeksi dalam jumlah lebih dari organisme. Kuman menembus masuk kedalam lapisan sel permukaan mukosa usus besar didaerah ileum terminal dan kolon, dan pada lapisan epitel tersebut kuman akan memperbanyak diri.

Sebagai reaksi tubuh, maka kuman yang masuk akan mendapatkan perlawanan dari system imun kita sehingga timbul reaksi peradangan yang hebat. Radang terutama terdapat di daerah ileum dan kolon berupa radang akut. Karena Shigella tidak masuk kedalam darah, makanya tidak terjadi bakteremia, melainkan hanya toksinemia, dimana kuman hanya tetap pada tempatnya dan merusak jaringan dengan toksinya.. Shigella membentuk toksin atau racun berupa enterotoksin dan eksotoksin yang neurotokisn dan sitotoksin.

Diduga enterotoksin bertanggung jawab terhadap kejadian watery diarrhea pada keadaan dini keluhan klinis, sedangkan keterlibatan eksotosin dalam perjalanan penyakit belum begitu jelas. Jarang terjadi organisme menembus dinding usus dan menyebar ke organ tubuh yang lain. Akibat peradangan yang terjadi, bila infeksi ringan maka hanya terdapat endema bengkak , hiperemi kemerahan dan infiltrasi sel radang mendadak pada lapisan mukosa dan sub mukosa ileum terminal dan kolon.

Bila infeksinya lebih parah maka akan terjadi perdarahan dinding usus, nekrosis atau kematian sel di lapisan mukosa dan submukosa dengan pembentukan pseudomembran yang terdiri atas fibrin dan sel-sel radang yang telah nekrotik mati yang berwarna kuning tengguli atau kehijauan pada pemeriksaan patologik.

Jika pseudomembran itu terlepas atau mengelupas maka timbulah tukak atau perlukaan atau ulkus yang dangkal superficial dengan berbagai bentuk dan ragam tanpa lokalisasi tertentu. Perlukaan tersebut mula-mula kecil kemudian membesar dengan batas-batas yang jelas dan tepi tidak bergaung dengan dasarnya mengandung jaringan nekrotik.

Sedangkan mekanisme yang kedua yaitu melalui multiplikasi atau perbanyakan kuman di lapisan lamina propia sebagai focus infeksi, akhirnya terjadi kerusakan jaringan yang disebabkan oleh toksin setempat yang dikeluarkan oleh bakteri. Pada bakteri Shigella dysentriae type 1 atau Shigella shigae toksin yang dikeluarkan merupakan eksotosin yang termolabil yang dapat menyebabkan intoksikasi keracunan , dimana pada kasus yang berat akan sampai ke otak dan terjadi meningismus dan koma, sehingga infeksi Shigella shigae harus diobati dengan antibiotic.

Secara mikroskopis dinding usus mengandung sangat banyak leukosit, berbeda dengan penyakit thypus abdominal yang hanya mengandung sel-sel mononukleus. Lapisan Submukosa sangat menebal sedangkan pada dasar tukak tampak banyak kuman gram negative. Tampak pula kemerahan hiperemi dengan pembuluh-pembuluh yang mengandung thrombus serta tanda-tanda perdarahan setempat. Sel-sel kripta membentuk mucin atau lendir yang berlebihan dan membentik kista mucin halus-halus yang mengandung kuman shigella dan jika memecah dapat menyebabkan re-infeksi.

Penyembuhan disertai pembentukan jaringan granulasi dan diatasnya tumbuh lagi epitel selapis tanpa kelenjar. Penyembuhan tukak tukak atau perlukaan yang dalam meninggalkan jaringan parut atau cicatrix yang dapat menyembabkan stenosis atau penyumbatan jadi dinding usus kita rusak.

Penyembuhan spontan ini dapat terjadi hari terutama pada penderita dewasa yang sehat sebelumnya, namun pada anak-anak dan orang tua serta penderita dengan system imum yang kurang penyakit ini berlangsung lama.

Rasa nyeri, tenesmus nyeri waktu BAB dan diare disebabkan oleh radang akut pada usus besar kolon , darah dan lendir atau musin dalam tinja adalah akibat perlukaan atau tukak, sedangkan eksotosin berupa neurotropik di duga berperan dalam disentri karena dapat menyebabkan neuritis, perdarahan halus pada susunan saraf pusat, radang sendi arthritis non suppurativa.

Pada anak-anak dapat terjadi prolaps rectum, jarang menyebabkan perforasi atau abses-abses pada alat tubuh yang lain. Bagaimana epidemologi atau penyebaran penyakit disentri basiler?? Di dunia sekurangnya juta kasus dan Kuman penyakit disentri basiler didapatkan di mana-mana di seluruh dunia, tetapi kebanyakan ditemukan di negara-negara yang sedang berkembang yang kesehatan lingkungannya masih kurang.

Di Amerika Serikat, insidensi penyakit ini rendah. Setiap tahunnya kurang dari Bagaimana cara infeksi dan penularan disentri basiler?? Bakteri Shigella yang merupakan kuman penyebab disentri basiler memasuki host atau dalam hal ini manusia melalui mulut. Karena secara genetik bertahan terhadap Ph yang rendah, maka kuman dapat melewati barrer asam lambung. Secara endemik pada daerah tropis penyebaran melalui air yang tercemar oleh tinja pasien, makanan yang tercemar oleh lalat, dan pembawa hama atau carrier.

Untuk menemukan carrier diperlukan pemeriksaan biakan tinja dengan teliti karena basil shigella mudah mati untuk itu diperlukan tinja yang baru. Daur hidup Shigella penyebab disentri Basil disentri tidak ditemukan di luar rongga usus dan tidak merusak selaput lendir. Kelainan pada selaput Lendir disebabkan oleh toksin kuman.

Lokasi usus yang terkena adalah usus besar dan dapat mengenai seluruh usus besar, dengan kelainan yang terberat biasanya di daerah sigmoid, sedangkan pada ileum hanya ditemukan hiperemik saja. Pada keadan akut dapat fatal ditemukan mukosa usus hiperemis, lebam dan tebal, nekrosis superfisial tapi biasanya tanpa ulkus. Pada keadaan subakut terbentuk ulkus pada daerah folikel limfoid dan pada selaput lendir lipatan transversum didapatkan ulkus yang dangkal dan kecil, tepi ulkus menebal dan adanya infiltrat, tetapi tidak pernah berbentuk ulkus bergaung seperti pada disentri amueba.

Selaput lendir yang rusak ini mempunyai warna yang khas. Pada infeksi yang menahun akan terbentuk selaput tebalnya sampai sekitar 1,5 cm sehingga dinding usus menjadi kaku, tidak rata dan lumen usus mengecil. Dapat terjadi perlekatan dengan peritoneum. Apa saja gejala klinis atau keluhan penyakit disentri basiler?? Masa tunas penyakit ini berlangsung dari bebera jam sampai 3 hari.

Jarang lebih dari 3 hari. Mulai terjangkit sampai timbulnya gejala biasanya berlangsung cepat, sering secara mendadak, tetapi dapat juga timbul secara perlahan-lahan. Gejala yang timbul bervariasi dimana defekasi atau buang air besar sedikit demi sedikit dan terjadi terus menerus, sakit perut dengan rasa kolik dan mejan, muntah-muntah, sakit kepala. Sifat kotoran mulanya sedikit-sedikit sampai isi usus terkuras habis, selanjutnya pada pasien ringan masih dapat mengeluarkan cairan, sedangkan bila keadaan berat, tinja akan berlendir dengan warna kemerah-merahan red currant jelly atau lendir yang bening dan berdarah dan bersifat basa.

Secara mikroskopis didapat sel-sel pus, sel-sel darah putih atau sel darah merah, sel makrofag yang besar, kadang dijumpai entamoeba coli. Suhu badan bervariasi dari rendah sampai tinggi, nadi cepat dan gambaran sel-sel darah tepi tidak mengalami perubahan.

Bentuk klinis dapat bermacam-macam dari ringan, sedang sampai berat. Bentuk yang berat fulminating case , biasanya disebabkan oleh S. Dysentriae terutama serotype 1 yaitu S. Berjangkitnya cepat, berak-berak seperti air, muntah-muntah, suhu badan subnormal, cepat terjadi dehidrasi, rejatan septik dan dapat cepat meninggal bila tidak cepat ditolong.

Kadang-kadang gejalanya tidak khas dapat berupa seperti gejala kolera atau keracunan makanan. Pada kasus berat ini gejala-gejalanya timbul secara mendadak dan dapat berat dengan pengeluaran tinja yang banyak berlendir dan berdarah serta ingin berak yang terus menerus. Akibatnya timbul rasa haus, kulit kering dan dingin, turgor kulit berkurang atau elasitas kulit berkurang karena dehidrasi. Mukanya menjadi warna kebiruan, ekstremitas dingin dan viskositas darah meningkat hemokosentrasi.

Sakit perut terutama dibagian sebelah kiri, terasa melilit diikuti pengeluaran tinja sehingga mengakibatkan perut menjadi cekung. Didaerah anus terjadi luka dan nyeri, kadang-kadang timbul prolaps recti.

Prolaps Recti adalah kondisi medis yang ditandai dengan terabanya benjolan pada anus akibat turunnya rektum bagian dari usus besar yang mengarah ke anus, dimana materi tinja melaluinya untuk keluar dari tubuh sebagai akibat melemahnya otot-otot dan ligamen-ligamen yang menahan di tempatnya. Benjolan biasanya terasa sewaktu bersin atau batuk, berdiri atau berjalan atau sewaktu defekasi.

Pada kasus berat, rektum dapat timbul di luar anus, menyebabkan nyeri. Bila ada haemorhoid yang biasanya tidak timbul akan lebih mudah muncul keluar. Nadi cepat halus, muntah-muntah. Nyeri otot dan kejang kadang-kadang ada. Perkembangan selanjutnya berupa keluhan-keluhan yang bertambah berat, keadaan umum memburuk, inkontinensia urin dan alvi ketidak mampuan menahan BAK atau BAB , gelisah tapi kesadaran masih tetap baik, kelainan-kelainan menjadi bertambah berat.

Kematian biasanya terjadi karena gangguan sirkulasi perifer, anuria dan koma uremik.

COMBUSTION DES ALCANES PDF

Penyakit Disentri Pada Anak, Ketahui Penyebab dan Pengobatannya

Disentri Praktisnya, diare berdarah dapat digunakan sebagai petanda kecurigaan terhadap disentri. Penyebab disentri adalah infeksi bakteri atau amuba. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri dikenal sebagai disentri basiler dan merupakan penyebab tersering disentri pada anak. Shigella dilaporkan sebagai penyebab tersering disentri basiler pada anak.

ISO OSI STACK IN COMPUTER NETWORKS PDF

Disentri Pada Anak – Gejala dan Pengobatan

Mibar Drinking water can be rendered safe by boiling, 0. This article presents a case of BMG, in a two-year-old childwith mild symptoms and nutritional deficiency. Pediatric cancer registries in Latin America: Policy makers could potentially take advantage of this attitude and support them by providing training, resources, and time for them to implement this role. The recommended dose disenyri the duration of therapy are described under the individual agents discussed in Medication.

Related Articles