ADENOKARSINOMA KOLON ADALAH PDF

The results of both studies suggest clinical benefit of adding panitumumab to chemotherapy for patients with wild-type KRAS colorectal cancer, in terms of improving progression-free survival PFS and response rate. A study by Seymour et al found that with appropriate designs, including reduced starting doses of chemotherapy, frail and elderly patients can participate in randomized controlled trials, which is important because they are often under-represented in such trials despite being frequently treated with chemotherapy. The results showed the possible association of IBMR3 antigen expression in carcinoma epithelial cancer cells with positive cytoplasmic staining. Inhibiting new blood vessel formation denies blood, oxygen, and other nutrients needed for tumor growth. IBMR3 antigen ungkapan itu dikesan pada 48 sampel kanser payudara Malaysia dan microarray TMA slaid tisu kanser payudara dan tisu payudara yang normal bersebelahan dengan kanser payudara melalui IHC.

Author:JoJotilar Kajiran
Country:Saint Lucia
Language:English (Spanish)
Genre:Marketing
Published (Last):9 January 2007
Pages:243
PDF File Size:17.23 Mb
ePub File Size:16.32 Mb
ISBN:917-5-16103-641-6
Downloads:64892
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Dozragore



Sebagian besar kanker usus besar adalah adenocarcinoma kanker yang dimulai di sel-sel yang membuat serta melepaskan lendir dan cairan lainnya. Kanker usus besar adalah tumbuhnya sel kanker yang ganas di dalam permukaan usus besar atau rektum. Kebanyakan kanker usus besar berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas atau adenoma, yang dalam stadium awal membentuk polip sel yang tumbuh sangat cepat.

Kanker kolon dan rektum umumnya mulai tumbuh pada permukaan bagian dalam mukosa yang mengarah ke dalam rongga. Pada stadium awal dimana kanker masih ukuran kecil, maka tidak akan pernah ada gejala yang dirasakan oleh penderita, dan juga tidak akan teraba adanya benjolan karena letaknya yang di dalam usus.

Penderita juga tidak akan pernah mengeluh adanya rasa sakit. Hal inilah yang sering menyebabkan penderita datang ke dokter sudah dalam keadaan terlambat yaitu stadium lanjut. Diameter usus besar sudah pasti lebih besar dari dari pada usus kecil, yaitu sekitar 6,5 cm, tetapi makin dekat anus diameternya semakin kecil.

Kolon memiliki berbagai fungsi yang semuanya berkaitan dengan dengan proses akhir isi usus. Fungsi kolon yang penting adalah absorbsi air dan elektrolit , yang sudah hampir selesai dalam kolon dextra.

Usus besar terdiri dari caecum, appendix, kolon ascendens, kolon transversum, kolon descendens, kolon sigmoideum dan rektum serta anus Colon transversum panjangnya sekitar 38 cm, berjalan dari flexura coli dextra sampai flexura coli sinistra. Bagian kanan mempunyai hubungan dengan duodenum dan pankreas di sebelah dorsal, sedangkan bagian kiri lebih bebas. Flexura coli sinistra letaknya lebih tinggi daripada yang kanan yaitu pada polus cranialis ren sinistra, juga lebih tajam sudutnya dan kurang mobile.

Flexura coli dextra erat hubunganya dengan facies visceralis hepar lobus dextra bagian caudal yang terletak di sebelah ventralnya. Arterialisasi didapat dari cabang cabang arteri colica media. Pangkal mesokolon transversa disebut radix mesokolon transversa, yang berjalan dari flexura coli sinistra sampai flexura coli dextra. Lapisan cranial mesokolon transversa ini melekat pada omentum majus dan disebut ligamentum gastro meso colica, sedangkan lapisan caudal melekat pada pankreas dan duodenum, didalamnya berisi pembuluh darah, limfa dan syaraf.

Karena panjang dari mesokolon transversum inilah yang menyebabkan letak dari colon transversum sangat bervariasi, dan kadangkala mencapai pelvis. Colon descendens panjangnya sekitar 25 cm, dimulai dari flexura coli sinistra sampai fossa iliaca sinistra dimana dimulai colon sigmoideum. Terletak retroperitoneal karena hanya dinding ventral saja yang diliputi peritoneum, terletak pada muskulus quadratus lumborum dan erat hubungannya dengan ren sinistra.

Arterialisasi didapat dari cabang-cabang arteri colica sinistra dan cabang arteri sigmoid yang merupakan cabang dari arteri mesenterica inferior.

Colon sigmoideum mempunyai mesosigmoideum sehingga letaknya intraperitoneal, dan terletak didalam fossa iliaca sinistra. Radix mesosigmoid mempunyai perlekatan yang variabel pada fossa iliaca sinistra. Colon sigmoid membentuk lipatan-lipatan yang tergantung isinya didalam lumen, bila terisi penuh dapat memanjang dan masuk ke dalam cavum pelvis melalui aditus pelvis, bila kosong lebih pendek dan lipatannya ke arah ventral dan ke kanan dan akhirnya ke dorsal lagi.

Colon sigmoid melanjutkan diri kedalam rectum pada dinding mediodorsal pada aditus pelvis di sebelah depan os sacrum. Arterialisasi didapat dari cabang- cabang arteri sigmoidae dan arteri haemorrhoidalis superior cabang arteri mesenterica inferior. Aliran vena yang terpenting adalah adanya anastomosis antara vena haemorrhoidalis superior dengan vena haemorrhoidalis medius dan inferior, dari ketiga vena ini yang bermuara kedalam vena porta melalui vena mesenterica inferior hanya vena haemorrhoidalis superior, sedangkan yang lain menuju vena iliaca interna.

Jadi terdapat hubungan antara vena parietal vena iliaca interna dan vena visceral vena porta yang penting bila terjadi pembendungan pada aliran vena porta misalnya pada penyakit hepar sehingga mengganggu aliran darah portal. Mesosigmoideum mempunyai radix yang berbentuk huruf V dan ujungnya letaknya terbalik pada ureter kiri dan percabangan arteri iliaca communis sinistra menjadi cabang-cabangnya, dan diantara kaki-kaki huruf V ini terdapat reccessus intersigmoideus.

Vaskularisasi kolon dipelihara oleh cabang-cabang arteri mesenterica superior dan arteri mesenterica inferior, membentuk marginal arteri seperti periarcaden, yang memberi cabang-cabang vasa recta pada dinding usus. Yang membentuk marginal arteri adalah arteri ileocolica, arteri colica dextra, arteri colica media, arteri colica sinistra dan arteri sigmoidae.

Hanya arteri ciloca sinistra dan arteri sigmoideum yang merupakan cabang dari arteri mesenterica inferior, sedangkan yang lain dari arteri mesenterica superior. Pada umumnya pembuluh darah berjalan retroperitoneal kecuali arteri colica media dan arteri sigmoidae yang terdapat didalam mesocolon transversum dan mesosigmoid. Seringkali arteri colica dextra membentuk pangkal yang sama dengan arteri colica media atau dengan arteri ileocolica.

Pembuluh darah vena mengikuti pembuluh darah arteri untuk menuju ke vena mesenterica superior dan arteri mesenterica inferior yang bermuara ke dalam vena porta. Aliran limfe mengalir menuju ke Lnn. Kemudian mengikuti pembuluh darah menuju truncus intestinalis. Penelitian menemukan faktor-faktor risiko berikut ini untuk kanker usus besar: Polip di usus Colorectal polyps : Polip adalah pertumbuhan pada dinding dalam kolon atau rektum, dan sering terjadi pada orang berusia 50 tahun ke atas.

Sebagian besar polip bersifat jinak bukan kanker , tapi beberapa polip adenoma dapat menjadi kanker. Selain itu, wanita dengan riwayat kanker di indung telur, uterus endometrium atau payudara mempunyai tingkat risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker usus besar Riwayat kanker usus besar pada keluarga: Jika Anda mempunyai riwayat kanker usus besarl pada keluarga, maka kemungkinan Anda terkena penyakit ini lebih besar, khususnya jika saudara anda terkena kanker pada usia muda.

Lebih dari 90 persen orang yang menderita penyakit ini didiagnosis setelah usia 50 tahun ke atas. Departemen Kesehatan Indonesia melaporkan angka 1,8 per ribu penduduk. Arteri mesenterika superior memperdarahi belahan bagian kanan caecum, kolon ascendens dan duapertiga proksimal kolon transversum , dan arteri mesenterika inferior yang memperdarahi belahan kiri sepertiga distal kolon transversum, kolon descendens dan sigmoid, dan bagian proksimal rektum.

Gambaran klinis sangat bervariasi dan tidak spesifik. Bisa dijumpai tanpa keluhan sampai adanya keluhan yang berat dan sangat tergantung pada lokasi dan besarnya tumor. Tumor yang berada pada kolon kanan, dimana isi kolon berupa cairan, cenderung tetap tersamar hingga lanjut sekali. Sedikit kecenderungan menyebabkan obstruksi karena lumen usus lebih besar dan feses masih encer. Gejala klinis Nyeri abdomen, nyeri alih ke umbilikus atau punggung Perdarahan dan symptomatic anemia menyebabkan kelemahan, pusing dan penurunan berat badan.

Tumor yang memproduksi mukus dapat menyebabkan diare. Kehilangan darah dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Masa abdomen yang dapat diraba di kuadran kanan bawah. Tumor yang berada pada kolon kiri Gejala klinis Perubahan pola defekasi sebagai akibat iritasi dan respon refleks, perdarahan. Metastase sering ke hepar, cavum peritoneum, paru-paru, diikuti kelenjar adrenal, ovarium dan tulang.

FUTURELIGHT PHS 260 PDF

ADENOKARSINOMA KOLON ADALAH PDF

Adenkoarsinoma in treatment of colorectal cancer. DNA mismatch repair enzymes are unable to recognize oxaliplatin-DNA adducts in contrast with other platinum-DNA adducts as a result of their bulkier size. A recent trial by Hecht et al evaluated panitumumab added to bevacizumab and chemotherapy oxaliplatin- and irinotecan-based as first-line treatment of metastatic colorectal cancer and concluded that the addition of panitumumab resulted in increased toxicity and decreased progression-free survival. Oxaliplatin Eloxatin, Diaminocyclohexane platinum, DACH-platinum Third-generation platinum-based antineoplastic agent used in combination with an infusion of 5-fluorouracil 5-FU and leucovorin for treatment of metastatic colorectal cancer in patients with recurrence or progression following initial treatment with irinotecan, 5-FU, and leucovorin. Help Center Find new research papers in: Regorafenib Stivarga Regorafenib is a tyrosine kinase inhibitor. Kajian ini adalah untuk mengesan ekspresi IBMR3 antigen dalam karsinoma termasuk Manusia carcinoma berhubung dgn pangkal tekak epitelium HEp-2adenokarsinoma kolon Manusia HT dan tisu kanser payudara.

ANATOMIE DU SINUS MAXILLAIRE PDF

Adenocarcinoma

Penyebab dan faktor risiko[ sunting sunting sumber ] Hingga saat ini tidak diketahui dengan pasti apa penyebab kanker kolorektal. Tidak dapat diterangkan, mengapa pada seseorang terkena kanker ini sedangkan yang lain tidak. Namun yang pasti adalah bahwa penyakit kanker kolorektal bukanlah penyakit menular. Terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang akan rentan terkena kanker kolorektal yaitu: Usia, umumnya kanker kolorektal menyerang lebih sering pada usia tua.

INVESTMENT MANAGEMENT BERNSTEIN DAMODARAN PDF

Kanker kolon dan rektum

Sebagian besar kanker usus besar adalah adenocarcinoma kanker yang dimulai di sel-sel yang membuat serta melepaskan lendir dan cairan lainnya. Kanker usus besar adalah tumbuhnya sel kanker yang ganas di dalam permukaan usus besar atau rektum. Kebanyakan kanker usus besar berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas atau adenoma, yang dalam stadium awal membentuk polip sel yang tumbuh sangat cepat. Kanker kolon dan rektum umumnya mulai tumbuh pada permukaan bagian dalam mukosa yang mengarah ke dalam rongga. Pada stadium awal dimana kanker masih ukuran kecil, maka tidak akan pernah ada gejala yang dirasakan oleh penderita, dan juga tidak akan teraba adanya benjolan karena letaknya yang di dalam usus. Penderita juga tidak akan pernah mengeluh adanya rasa sakit.

Related Articles